Minggu, 05 Oktober 2014

Botol bunga malam

Satu hari yang panjang menerpa diriku, angin berhembus kencang menggoyangkan rerumputan. aku duduk termenung di bangku taman kota, menyaksikan orang-orang berjalan tanpa henti. 

Dalam banyaknya orang di taman, terlihat wajah yang menyegarkan jiwa, wajah yang bersreri - seri membuat semua yang di sekitarnya nampak lebih indah. 

ingin aku sapa wanita itu, "Hay, , siapa namamu, ?" bolehkah aku berkenalan dengan mu ?" 

Andai saja aku punya keberanian yang lebih tinggi, akan aku tangkap senyum itu dan kusimpaa dalam agar aku dapat memandanginya setiap hari. Tapi aku tak punya kekuatan semacam itu, sepertinya tuhan lupa memberikannya atau aku saja yang tak tau bagaimana harus menggunakannya. 

Sudahlah pikirku, waktuku sudah habis jika cuma memikirkan ketidakmampuanku. Sebaiknya aku kembali fokus akan apa yang sedang ku kerjakan. 

(bersambung)